Dalam hidup kita dituntut untuk memilih, dan jika dalam hidup itu sendiri tak ada kata pilihan ? Maka, bisa dikatakan hidup terasa hambar seperti masakan tanpa garam.
Pilihan itu sendiri tergantung , tergantung dari aspek mana ; ada pilihan dari aspek pekerjaan. Misal; dimana ya? Aku nanti kerja , bagaimana ya, pekerjaanku nanti apakah ringan atau berat. Bagaimana ya, soal gajinya, dll sebagainya.
Dari aspek sekolah ; bagaimana ya, sekolahku nanti apakah lingkungannya nyaman, teman - temanya baik atau tidak, dll.
Jika pilihan itu, yang sudah aku sebutkan tadi maka itu adalah hal yang biasa dan sangat mudah untuk dipecahkan atau diputuskan dengan cepat . Namun jika, pilihan itu menyangkut soal hidup bagaimana ?
Ya, barang tentu sangatlah sulit seperti pilihan akan jodoh yang menentukan kehidupan kita selanjutnya. Jika pilihan jodoh itu tepat hidup kita akan senantiasa bahagia. Namun, jika pilihan jodoh itu tidak tepat belangsalah hidup kita. Imbasnya juga ke anak dan orang tua kita.
Tapi, kita tak bisa menolak jika nyatanya jodoh kita tidak tepat ingin menjauh sulit, ingin mengakhiri sulit. Jatuhnya, bertahan demi anak meski nyatanya mental dan fisik jadi taruhannya.
Menjadi objek amarah , pasti itu sering terjadi mahu melawan rasanya jadi durhaka jatuhnya diam seribu bahasa memendam kesedihan, kecewa, dan rasa penyesalan ingin menggadu menggadu pada siapa tak ada mungkin yang percaya.
Kembali lagi deh pada tuhan. Mahu seburuk apa diri kita Tuhan tetap ada dan tetap mendengar doa kita .kadang kita buruk Dimata orang baik Dimata Tuhan.
Hanya Dimata orang yang tak pernah bersyukur , yang hanya bisa menghardik, mencaci maki, saja kita terlihat bodoh, terlihat hina, terlihat tidak ada gunanya , terlihat sampah busuk.
Dan, kita terlihat orang terpandang, terlihat sempurna ditangan orang yang selalu bersyukur memiliki kita.
Cara, terbaik kita jika kita dihadapkan dan terpaksa bersatu dengan orang yang tak pernah bersyukur memiliki kita adalah ; cuek bebek aja , dan fokus terhadap diri sendiri dan buah hati.
Meski ini terlihat sangat berat, nyakinlah waktu akan menjawab dimana orang tersebut akan mendapat balasan atas apa yang diperbuat. Hidup ini singkat guys, dan mengapa kita harus pusing - pusing berfikir keras kalau nyatanya otak kita tak mampu.
Berada di lingkungan , dengan karakter 3 itu? Hanya , bisa membuat kita tersiksa namun kita tak bisa berbuat apa - apa hanya bisa pura - pura terlihat baik baik saja.
Untuk menutup artikel ini, kesimpulannya adalah ;
Berdoa, dan berdoa adalah hal terbaik agar orang tersebut mendapatkan balasan setimpal. Dan, diri kita sendiri bahagia.
Mungkin, jika kita tidak bisa bahagia saat ini kita akan bahagia, damai ditahun yang akan datang dan dibahagiakan oleh buah hati.
Buah hati, akan membalas atas apa yang kita perbuat hari ini , intinya jika kita baik terhadap buah hati kita maks buah hati kita akan melakukan hal yang sama.
Semoga buah hati kita, tetap Istikomah mampu menjaga kita kelak ditahun akan datang. Amin .
.jpeg)

0 Post a Comment:
Posting Komentar